Selasa, 15 November 2011

Pantai kuta di pulau Lombok, pasir putih & pasir merica, dan legenda putri mandalika.

Kalau berbicara tentang pantai kuta, pasti sobat berpikir bahwa pantai kuta hanya ada di Bali saja.. Hmmm Memang sih untuk ukuran wisatawan mancanegara, siapa sih yang nggak tahu pantai kuta, Bali. Walaupun belum sepopuler kuta yang di Bali, pantai kuta di pulau lombok juga patut sobat lirik untuk tujuan berlibur lho... Saya merekomendasikan pantai ini buat sobat yang senang berpetualang dengan alam terbuka.
Pantai kuta terletak di kecamatan lombok tengah, praya. Pantai ini terkenal dengan pasir putih dan pasir merica. Bentangan laut biru nan bersih menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat alam.
pantai kuta
Tanjung aan yang berada di daerah sekitarnya juga memiliki pemandangan yang tidak kalah menarik, hamparan karang-karang besar dan luasnya lautan bikin mata serasa dimanja dan otak serasa di refresh.
Pantai ini tergolong masih sepi, dan tidak seramai kuta yang di Bali, jadi buat sobat yang mencari liburan yang tenang, pantai ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Untuk mencapai pantai ini hanya butuh waktu sekitar lima belas menit dari bandara Internasional Lombok. Jika sobat hendak menginap di daerah ini, pilihan hotel juga banyak, untuk hotel berbintang, Novotel Lombok bisa menjadi pilihan . Bermain-main di pantai ini sebaiknya pada sore hari, karena udaranya tidak sepanas siang hari, tetapi harus tetap menggunakan sunblock kalau kulit sobat tidak mau gosong karena paparan sinar matahari yang 'lumayan' panas.
Tanjung aan
Ketika saya berada di tanjung aan dan berdiri diatas karang sambil melihat lautan, saya teringat satu cerita legenda tentang putri mandalika. Sedikit cerita ya.. tentang legenda ini. Jadi pada zaman dahulu ada seorang putri yang cantik jelita, rambutnya panjang dan kulitnya putih, pokoknya cantik banget, sampai pangeran-pangeran banyak yang jatuh cinta sama si putri. Pangeran-pangeran itu berusaha untuk merebut hati sang putri dan ingin menikahinya, otomatis sang putri bingung saking banyaknya yang naksir sama dia. Karena bingung maka sang putri menolak semua lamaran-lamaran dari sang pangeran. Bisa dibayangkan dong betapa kecewa hati pangeran-pangeran tersebut. Ada dua orang pangeran yang sangat marah dan mengancam akan membuat rusuh di kerajaan sang putri. Karena bingung dan panik akhirnya sang putri bersemedi  untuk mendapatkan pencerahan. Maka suatu hari diundanglah pangeran-pangeran yang tadinya murka itu untuk suatu pertemuan di tepi pantai, yaitu di pantai kuta ini. Pangeran-pangeran pun hadir beserta rakyat-rakyatnya, dan sang putri berdiri diatas batu karang yang tinggi sambil membelakangi lautan, pangeran dan rakyat menunggu apa yang akan dilakukan sang putri, ternyata sang putri berkata " wahai rakyat dan pangeran-pangeran yang aku kasihi, maaf aku tidak bisa memilih satu diantara kalian, tetapi takdir menyuruh aku untuk menjadi milik kalian bersama, dengan berubah menjadi cacing laut"  habis berkata seperti itu, terjunlah sang putri kedalam lautan dan rambutnya berubah menjadi cacing laut yang berwarna-warni. Cacing laut itu biasanya disebut juga "nyale", Dan akhirnya legenda itulah yang menjadi cikal bakal festival bau nyale, jadi setiap tahun masyarakat setempat mengadakan festival bau nyale untuk memperingati sang putri.
Gadis penjual pasir
Satu lagi yang unik dari pantai kuta, pasirnya bukan pasir putih biasa, tetapi ada juga pasir merica. Pasir merica biasa digunakan oleh para pengrajin untuk membuat aneka cindramata, seperti bingkai foto, hiasan meja kaca dll. Untuk mendapatkan pasir ini sebenarnya gampang saja, tinggal menggali beberapa cm dari permukaan pasir halus, maka sobat sudah bisa menemukan pasir merica, tetapi biasanya anak-anak di daerah ini mengumpulkan pasir merica didalam botol dan menjualnya untuk para wisatawan.



7 komentar: