Jumat, 28 Oktober 2011

Garuda wisnu kencana, Bali

Bali identik dengan surganya wisatawan, bagaimana tidak.. pesona pulau yang satu ini gak ada habisnya, gak heran dong kalau wisatawan mancanegara betah berlama-lama di pulau ini.
Sebagai wisatawan lokal, Bali adalah tempat favorite saya kalau mau liburan, selain dekat dengan daerah asal saya (pulau lombok) bali juga tempat yang menyenangkan buat shopping. Tapi kali ini saya khusus berbagi cerita tentang GWK (garuda wisnu kencana).
GWK terletak di bukit ungasan, kecamatan kuta selatan. Waktu saya berkunjung kesini bertepatan dengan musim sepi pengunjung atau low season, tapi harga tiket yang dikenakan adalah harga normal yaitu Rp.20.000 untuk turis lokal, kalau turis asing kayaknya lebih mahal gitu deh..
yuk intip taman budaya ini seperti apa.. ;)
Begitu masuk taman budaya ini, sungguh saya terpesona dengan pemandangan yang disuguhkan, sumpah keren abis!!! coba deh liat koleksi foto saya berikut ini..


Patung dewa wisnu ini dipahat dengan seorang pematung terkenal bernama I nyoman nuarta, tinggi patung ini kira-kira 75 meter dan lebarnya sekitar 60 meter. Ukuran yang cukup besar bukan?
Menurut adat bali, patung ini terletak di tempat suci, Jadi, bagi para cewek yang lagi haid, mungkin tidak diperkenankan untuk memasuki area tersebut, karena area ini dekat dengan pura atau tempat sembahyang umat Hindu.
Patung ini terletak diatas bukit, sedikit olahraga yaa kalo mau liat patung ini :D
Tapi diatas bukit ini, udaranya sangat sejuk pada sore hari, keren juga melihat pemandangan pulau bali dari atas bukit ini.




Kalau yang tadi patung dewa wisnu, yang ini patung burung garudanya, letaknya gak jauh dari patung dewa wisnu tadi, kedua patung ini rupanya belum masuk tahap penyelesaian, karena dari desainnya seharusnya dewa wisnu sedang menunggang burung garuda, mungkin butuh waktu agak lama untuk melihat kedua patung tersebut terbentuk sempurna.







Kalau yang ini panggung pementasannya, acara-acara spektakuler biasanya menggunakan panggung ini. Panggung ini keren banget, terbentuk dari bukit kapur yang di rancang sedemikan rupa sehingga membuat panggung ini terkesan alami tetapi spektakuler.







Sebelum menjadi taman budaya seperti sekarang ini, rupanya dulu bukit ini hanyalah bukit yang gersang dan tandus, setelah disulap sedemikian rupa, gak heran kalau banyak pengunjung yang berdecak kagum karena relief dari bukit ini di tata dengan rapi dan apik.


Ada juga plaza-plaza dan theater mini yang menarik untuk di kunjungi, di tempat-tempat itu kita bisa melihat karya seni ciptaan seniman bali dan juga film singkat tentang pembuatan patung dan lain sebagainya, sayangnya saya tidak mengambil foto di area tersebut.  
Setelah mengelilingi taman budaya yang luasnya sekitar 200an hektar, otomatis tenaga habis dan perut keroncongan, jangan kuatir di sini juga tersedia food court yang menyajikan aneka masakan nusantara, so tinggal pilih deh mau makan apa.
Eits.. sebelum pulang, harus shopping oleh-oleh dulu.. di sini juga banyak toko-toko souvenir yang menjual hasil karya seni seniman bali, tentu saja dengan harga yang terjangkau (asal pinter nawar yaa :D).
Ok deh sekian jalan-jalan saya di GWK.. sampai jumpa di cerita perjalanan lainnya. :)

1 komentar: